STP (spanning tree protocol)
Apa Itu STP? STP adalah Spanning Tree Protocol


“itu singkatannya bang”
Spanning Tree Protocol adalah sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan
Kelebihan Spanning Tree Protocol (STP)
“itu singkatannya bang”
Spanning Tree Protocol adalah sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan
Kelebihan Spanning Tree Protocol (STP)
- Menghindari Trafic Bandwith yang tinggi dengan mesegmentasi jalur akses melalui switch.
- Menyediakan Backup / stand by path utk mencegah loop dan switch yang failed/gagal
- Mencegah looping.
- Menghentikan terjadinya loop-loop network pada network layer 2 (bridge atau switch).
STP secara terus menerus memonitor network untuk menemukan semua link, memastikan bahwa tidak ada loop yang terjadi dengan cara mematikan semua link yang redundant.STP menggunakan algoritma yang disebut spanning-tree algorithm (STA) untuk menciptakan sebuah topologi database, kemudian mencari dan menghancurkan link-link redundant. Dengan menjalankan STP, frame frame hanya akan diteruskan pada link-link utama yang dipilih oleh STP. - Broadcast storms menyebabkan frame broadcasts (atau multicast atau unicast yang destination addressnya belum diketahui oleh switch) terus berputar-putar (looping) dalam network tanpa henti.
- Menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diingin kan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host
Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#spanning-tree vlan 1 priority 12288
Switch(config)#end
Switch#
Switch#configure terminal
Switch(config)#spanning-tree vlan 1 priority 12288
Switch(config)#end
Switch#
Nah yang ane kasih warna tulisan beda adalah inti dari konfigurasinya.
Kita mau buat spanning tree di vlan 1 dengan prioritas 12288 (prioritas
terserah, makin kecil angkanya maka dia yang lebih diutamakan).
Contoh lain konfigurasi STP :
Switch(config)#spanning-tree ? mode Spanning tree operating mode portfast Spanning tree portfast options vlan VLAN Switch Spanning Tree Switch(config)#spanning-tree vlan 1 priority ? <0-61440> bridge priority in increments of 4096 Switch(config)#spanning-tree vlan 1 priority 4096 Switch(config)#spanning-tree vlan 3 priority 4096 Switch(config)#spanning-tree vlan 7 priority 4096 Switch(config)#spanning-tree vlan 10 priority 4096 Switch(config)#spanning-tree vlan 50 priority 4096 Switch(config)#spanning-tree vlan 100 priority 4096 Switch(config)#spanning-tree vlan 200 priority 4096
Pada lab ini saya akan membuat sebuah jaringan VLAN yang dikonfig dengan STP dan VTP beserta topologynya dengan rincian seperti berikut:
Konfigurasi Switch SW-1 dan SW-2
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
2. Mendaftarkan Port Sesuai dengan ID VLAN yang Diinginkan
3. Verifikasi Hasil Konfigurasi
4. Verifikasi Seluruh Hasil Konfigurasi Switch
Untuk konfigurasi keempat langkah di atas, dapat di lihat di link ini
5. Tambahan Konfigurasi di Switch 1 (SW-1) :
Mendaftarkan Port untuk Koneksi Trunking
Konfigurasi VTP
switchport mode trunk ; link point-to-point antara switch dan perangkat jaringan.
vtp mode server ; mensetting SW-1 sebagai vtp dengan mode server (Secara default semua switch dikonfigurasi sebagai VTP Server ketika switch pertama kali dinyalakan.)
vtp domain cisco ; mensetting SW-1
sebagai vtp dengan nama domain cisco (VTP Domain juga dikenal sebagai
VLAN Manajemen Domain, adalah parameter VTP dikonfigurasi pada setiap
switch yang terhubung ke jaringan dan digunakan untuk menentukan switch
yang akan berpartisipasi dalam setiap perubahan atau update yang dibuat
dalam domain VTP yang ditentukan)
vtp password cisco ; mensetting SW-1 sebagai vtp dengan nama password cisco
6. Tambahan Konfigurasi di Switch 2 (SW-2) :
Mendaftarkan Port untuk Koneksi Trunking
Konfigurasi VTP
vtp mode client ; mensetting SW-1 sebagai vtp
dengan mode client (Dalam Client Mode, switch akan menerima dan
menyimpan dalam RAM semua informasi VLAN yang diterima dari VTP Server.
Namun informasi ini juga akan disimpan di NVRAM. Jadi jika switch
dimatikan, informasi VLAN yang didapatkan dari VTP Server tidak akan
hilang). VTP Client berperilaku seperti VTP Server, tetapi tidak dapat
membuat, memodifikasi, atau menghapus VLAN di atasnya.
7. Verifikasi STP dan VTP
Secara default Cisco Switch mengaktifkan Spanning Tree Protocol. Cara melihat hasil verifikasinya, yang pertama kita bisa lihat topologynya terlebih dahulu. Lihat gambar berikut:
Dua kabel/link yang terhubung antar switch tersebut dinamakan Link Aggregation
yaitu metode yang digunakan untuk menggabungkan beberapa koneksi
jaringan secara paralel untuk meningkatkan throughput melampaui pada
koneksi tunggal biasa dan untuk menyediakan redundansi jika salah satu
link gagal/mati.
STP bekerja jika terdapat dua kabel yang terhubung (redundant)
dalam suatu jaringan misalnya seperti gambar di atas. STP ini akan
menonaktifkan salah satu koneksi kabel yang nanti digunakan sebagai
backup otomatis jika koneksi kabel pertama yang digunakan mati. Dalam
Cisco Packet Tracer koneksi kabel yang dinonaktifkan, dapat dilihat
status ujung kabel dengan warna orange.
Cara yang kedua verifikasi yaitu melalui Command Line Interface (CLI) Switch dengan mengetikan perintah:
Hasil verifikasi menunjukkan bahwa MAC-Address terkecil pada sebuah
switch sebagai Root Bridge. Diantara dua link trunk yang terhubung antar
switch, interface Fa0/1 pada SW-1 diinisialisasikan sebagai Root Bridge
dengan status FWD (Forward) artinya port ini menjadi jalur utama dalam
jaringan dan data yang dikirim melalui port ini akan diteruskan.
Kemudian interface Fa0/2 pada SW-1 diinisialisasikan sebagai Alternate
dengan status BLK (Block) karena memiliki MAC-Address yang lebih besar
dari port MAC-Address lainnya. Artinya port ini menjadi jalur cadangan
jika sewaktu-waktu jalur utama (Root Bridge) mati dan data yang dikirim
melalui port ini akan ditolak. Jika seandainya jalur utama mati, maka
Fa0/2 sebagai Alternate otomatis akan hidup sendiri untuk mem-backup
jalur utama.
Root Bridge ; bridge dengan ID terbaik (best brdige ID).
Kuncinya adalah agar semua switch di netwok memilih sebuah root bridge
yang akan menjadi titik fokus di dalam komunikasi network tersebut.
Semua keputusan lain seperti port mana yang akan di blok dan port mana
yang akan ditempatkan dalam mode forwarding. Keputusan-keputusan ini
dibuat berdasarkan perspektif swicth/bridge yang akan menjadi root
bridge.
Hasil verifikasi pada SW-1 dan SW-2:
8. Verifikasi Koneksi
Gambar di atas adalah hasil verifikasi koneksi dari PC4 (VLAN 20) dengan
cara melakukan perintah Ping ke PC3 (VLAN 20) dengan IP Address
192.168.20.1 dan hasilnya terkoneksi dengan muncul pesan Reply from,
alasannya karena PC4 tergabung dalam satu jaringan VLAN dengan PC3.
Kemudian PC4 mencoba Ping lagi ke PC1 (VLAN 10) dengan IP Address
192.168.10.1 dan hasilnya tidak terkoneksi dengan muncul pesan Request timed out, alasannya karena PC4 dan PC1 tidak tergabung atau terpisah jaringan VLAN dengan PC4












Tidak ada komentar:
Posting Komentar